Postingan

Diskusi yang sangat berharga

Siang terik membakar kulitku. Ingin rasanya berteduh sambil meneguk es jeruk yang dijual di pinggiran jalan. Uang jajan sudah aku belikan bakso malang tadi. Kerongkongan ku berteriak "beli, otak bilang padanya beli es". Lagi-lagi aku hanya bisa menatap es jeruk di pinggiran jalan itu sambil terus mengayuh pelan sepedaku.  Alhasil aku harus berhenti di warung dan membeli es lilin seharga lima ratusan. Jika tidak, pingsan sudah aku dijalan. Mungkin, ini cukup untuk mengurangi dahaga.  Kubuang plastik bekas es lilin itu di samping warung. Tetiba, aku dimarahi mak mak yang sok benar berumur 30 tahunan.  "Heh, kalo buang sampah jangan disini bau tahu!" Teriak Mak mak itu. Apa salahku? Aku sudah buang ditempat sampah. Apa aku perlu membuang nya ke Antartika? Tidak perlu ke Antartika, ke belakang rumah saja beres. Tapi, ya kali, aku harus mengantongi sampah itu sampai rumah yang jaraknya 500 meter dari sini. "Loh, ini kan tempat sampah Bu? Memangnya tidak boleh ya Bu?...